Jumat, 27 Januari 2012

Undangan rapat evaluasi program sema_fe yang kurang efektif

sore tadi jam di hp saya menunjukan pukul 17:05:36 wib saat sms berisi undangan rapat senat dengan agenda rapat yaitu evaluasi program sema_fe yang kurang evektif, saya terima dari salah satu anggota sema_fe yang nama nya saya tidak tahu. berikut ini isi undangan nya:

 "d'brithukn kpd sluruh pngrus SEMA-FE agr dpt hdir pd : hr : slasa tgl :31 jan'12 pkul : 15:00 Wib tmpt : ruangn FE (d'stuasikn) agnda : rpat evaluasi progrm krja SEMA-FE yg kurang efktif.. Nb':mhon hdir tpt wkt! & tgl d'smpaikn kpd rkan2 pbgrus SEMA-FE yg laen-a!" 

Demikianlah isi undangan ini saya copy dengan ejan, tanda baca dan spasi yang sama, semoga pembaca juga memahami isi dari undangan ini. saya sendiri berpikir memang harus ada evaluasi dari program-program sema_fe yang telah di tetapkan pada raker(rapat kerja)sebelum nya, agenda sema_fe ini sangat lah banyak dan tidak satu pun yang berjalan sesuai rencana. setau saya program sema_fe yang berjalan hanyalah kepengurusan blog ini yang masih sangat kacau dan juga pembuatan majalah kampus yang sedang mengalami hambatan pendanaan untuk mencetak majalah edisi perdana. walaupun blog ini dan majalah kampus belum juga bekerja dengan maksimal akan tetapi hanya dua kegiatan ini yang aktiv sedangkan program-program kegiatan yang lain saya lihat masih nihil. saya harap besok pada rapat evaluasi program sema_fe masalah ini bisa di singgung dan mendapatkan jalan keluar nya yang terbaik. saran saya buat rapat evaluasi besok:

1. mengurangi program-program kegiatan sema_fe yang menurut saya terlau banyak dan fokuskan pada beberapa program yang bisa mengangkat nama baik sema_fe, seperti penerbitan majalah kampus edisi perdana dan edisi-edisi berikut nya. kenapa majalah kampus? karena ini adalah suatu hal yang baru di kamus UGL tercinta ini. dan ini juga akan sangat membantu rekan-rekan dalam mengembangkan, menunagkan ide dan pendapat rekan-rekan serta mempublikasikan ke khalayak ramai di UGL. untuk menunjang program ini maka di butuhkan kerja sama antar anggota sema_fe dari semua bagian bukan hanya dari kami "minat dan bakat" nuntuk mencoba membuat karya tulis mengenai UGL dan Kutacane. bisa juga berbagi wawasan yang lain. 

2. saya juga ingin mensosialisasikan dan mengembangkan blog ini, meski sampai sekarang saya belum tau bagai mana caranya. karena saya juga bekan seorang openulis ulung. maka dari itu mari kita sama-sama kembangkan blog ini. kenapa blog ini??? karena dengan blog ini kita akan memperkenalkan sema_fe UGL kepada khalayak ramai melalui dunia maya. kalo blog ini berisi tulisan-tulisan dan informasi mengenai sema_fe yang bermutu maka kita juga yang akan bangga sebagai mahasiswa/i ugl dan juga anggota sema_fe. 

kenapa usaulan saya, saya tekan kan kepada blog sema_fe dan majalah kampus sema_fe???? karena dua kegiatan ini adalah yang perdana dan belum pernah di buat maupun di jalankan oleh senat sebelum kita. menurut saya, kalo dua proram ini saja kita berhasil, senat genarasi kita telah membuat sejarah baru di Universitas Gunung Leuser. dengan ini bukan berarti saya mengenyampingkan kegiatan-kegiatan yang lain.

untuk menutup tulisan ini saya akan membuat harapan lagi, semoga rekan-rekan bukan cuma pandai berbicara, pandai membuat rencana, pandai mengkriti, akan tetapi berbuat lebih banyak akan lebih baik dari pada banyak bicara. Talk less do more guys.... satu lagi guys,jangan mendewakan dana kegiatan. semangat dan tekat untuk merubah image sema_fe lebih penting dari pada dana kegiatan. kegiatan harus tetap berjalan ada atau tidak adanya dana dari kampus.
sekian, nurma yudhi a

Selasa, 27 Desember 2011

KATA PENGANTAR MAJALAH FAKULTAS EKONOMI EDISI PERDANA OLEH Prof. Dr. Ir. H. Hasnudi, MS

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena dalam melakukan aktivitas sehari-hari kita tetap dalam kadaan sehat wal afiat dan tetap dalam lindunganNya. Amin. Saya sebagai Rektor Universitas Gunung Leuser mengucapkan selamat atas terbitnya Majalah Kampus Fakultas Ekonomi UGL yang dikelola oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi UGL. Semoga penerbitan perdana ini dapat diterima oleh seluruh kalangan baik oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi sendiri maupun oleh sivitas akademika Universitas Gunung Leuser pada umumnya. Saya berharap majalah ini dapat terbit berkesinambungan setiap periode penerbitannya. Dalam setiap penerbitan nantinya diharapkan beritanya jangan menyinggung perasaan orang lain baik yang bersifat RAS maupun pelecehan individu. Pakailah bahasa yang santun dan menjaga kaidah-kaidah ilmiah populer serta mudah dipahami oleh para pembacanya. Semoga dengan terbitnya Majalah Kampus Fakultas Ekonomi UGL ini para mahasiswa terdorong dan termotivasi untuk menulis hal-hal yang positip. Demikian sambutan saya, semoga sukses selalu menyertai saudara-saudara mahasiswa sekalian. 

Kutacane, 15 November 2011
Rektor UGL Kutacane 


Prof. Dr. Ir. H. Hasnudi, MS

Kamis, 24 November 2011

UNIVERSITAS GUNUNG LEUSER MENDAMBAKAN “PAHLAWAN TANPA TANDA JASA”

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”. Pepatah itu sudah tidak asing lagi di telinga kita, toh kenyataan nya memang benar seperti itu. Oleh karena itu guru adalah profesi yang sangat mulia, akan tetapi pada dewasa ini profesi yang dibilang mulia bukan tujuan utama dari mereka yang berkecipung di dunia guru, melainkan lebih karena faktor penghasilan yang mereka dapat berupa gaji. Hal itu bisa dikarenakan kurangnya lapangan pekerjaan yang ada di negara kita ini, sehingga banyak yang menjadi guru dengan latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan kepada anak didik nya, ini akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan kita dalam rangka mencerdaskan anak bangsa. Memang gaji sangat penting diberikan kepada guru sebagai imbalan atas apa yang telah diajarkan kepada anak didik nya untuk mensejahterakan hidup nya. Akan tetapi alangkah baiknya jika pentinganya sebuah gaji itu tidak mengurangi penting nya rasa pengapdian untuk ikut berperan aktiv dalam mencerdaskan anak bangsa dengan mengajarkan ilmu yang dimilikinya dengan sebaik mungkin serta dengan rasa tanggung jawab yang penuh, bukan sekedar hanya untuk memenuhi kewajiban atas hak yang akan diterimanya berupa giji. Selanjutnya perbedaan antara guru/dosen sebagai pendidik dan guru/dosen sebagai profesipun akan semaki jelas. Dua karakter guru/dosen ini sama-sama bergaji, mendidik, tetapi dengan rasa tangung jawab yang berbeda. Guru/dosen yang benar-benar sebagai pendidik yang ikut berperan aktiv dalam mencerdaskan anak bangsa adalah dia yang menerima gaji sebagai haknya dia juga mengajarkan ilmu yang dimilikinya dengan serius, dan penuh rasa tanggung jawab bukan sekedar datang, membicarakan materi panjang lebar, mengadakan kuis, mid sememester, ujian final serta menjadikan absen sebagai pertimbangan pemberian nilai yang mendominasi dari pada yang lain seperti hasil kuis, mid semester, ujian final, keaktifan dalam mengikuti perkuliahan serta yang lain. Akan tetapi figur guru/dosen yang seperti ini akan lebih bertanggung jawab atas tersampainya dengan baik atau tidak materi yang dia beriukan kepada anak didik nya, serta tidak tinggal diam bila ada anak didik nya tidak menguasai materi yang dia berikan. Karena tujuan dia mengajar bukan semata-mata karena gaji melainkan dia ingin berperan aktif dalam mencerdaskan anak bangsa. Dan figur guru /dosen seperti inila yang pantas menyandang gelar “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Serta figur guru/dosen seperti ini jugalah yang dibutuhkan oleh Universita Gunung Leuser khususnya Fakultas Ekonomi tempat penulis menimba ilmu. Bila di Univesitas Gunung Leuser (UGL) semua dosen berprinsip seperti itu maka tidak mustahil suatu saat nanti saat nanti nama UGL akan sebesar nama Gunung Leuser karena hasil lulusan (out-put)nya yang tentu saja akan sangat berkualitas sehinggi para out-put dari UGL akan menjadi suatu yang ditunggu-tunggu oleh perusahaan-perusaahn besar yang menginginkan mempunyai karyawan bermutu seperti yang telah dihasilakn oleh perguruan tingi dengan nama besar di Indonesia. Amien…… Akan tetapi sebaliknya jika guru/dosen mengajar hanya sebatas sebagai profesi dan mereka mengajar hanya sekedar menunaikan kewajiban atas hak yang mereka terima berupa gaji tanpa mempedulikan anak didiknya menguasai materi dengan baik atau tidak apa jadinya Universitas Gunung Leuser ini???? Keluhan mahasiswa sudah mulai banyak bermunculan di UGL ini termasuk saya sendiri sebagai salah satu mahasiswa UGL yang sering mengalami kekecewaan atas kinerja para dosen dalam proses pembelajaran. Tidak semua dosen, akan tetapi kebanyakan…. Kelas kami tidak jarang kosong dikarenakan dosen yang bersangkutan tidak dapat hadir dengan berbagai macam alasan yang menurut saya sangat monoton, seperti ada pertemuan dengan rekan kerja/atasn, tugas kantor yang menumpuk, ada janji dengan client dan lain-lain. Disinilah yang sangat saya tidak setuju, mereka dosen meninggalkan/mangkir dari tugas dengan berbagai macam alasan tersebut mungkin benar alasan mereka memang sangatlah penting bagi dosen yang bersangkutan sehingga mahasiswa diharuskan memakluminya. Dan ada dosen yang menurut saya “sok” baik dengan menawarkan jam pengganti untuk waktu yang telah dia tingalkan. Keadilan pun mulai tidaksaya dapatkan jika mahasiswa diminta maklum untuk alasan dosen mangkir dari tugas dengan alasan yang sangat penting dan digantikan dengan jam yang lain, jika keadaan nya di balik apakan dosen juga akan memaklumi jika ada mahasiswa yang tidak dapat hadir dalam pertemuan karena alasan yang sangat penting???? Apakah dosen juga mau mangganti jam kuliah yang telah mahasiswa tinggalkan, seperti yang ditawarkan dosen mengganti jam pertemuan dihari yang lain?? Jawaban nya tentu saja tidak. Saya pikir bila dosen mengganti jam pertemuan yang ditinggalkan dengan hari/jam lain itu sangat tidak efektif, mahasiswa akan merasa tak senyaman dan tidak lebih fokus menerima materi dari pada saat pertemuan di jam normal. Toh dosen membuat jam pertemuan pengganti hanya sekerdar untuk melengkapi absen bukan??? Yang seperti inilah yang tidak pantas mendapat gelar “Pahlawan Tanpa tanda jasa”. SEMA FE-UGL MANGUCAPKAN SELAMAT HARI GURU, SEMOGA PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS GUNUNG LEUSER SEMAKIN MAJU…… By. Nurma yudhi a

Minggu, 20 November 2011

Mid Semeser

Untuk mengukur ketercapainya kegiatan belajar mengajar maka perlu diadakan tes tertulis yang harus di ikuti oleh semua mahasiswa/mahasiswi. Diharapkan dengan diadakan 3 bulan sekali yang kita kenal dengan mid semester ini mampu menjadi evaluasi dan instrospeksi bagi mahasiswa/mahasiswi serta dosen pengajar sebelum melanjutkan ke proses berikutnya. Hasil ini akan digunakan oleh dosen sebagai salah satu bahan pertimbangan pembuatan nilai akhir yang akan tertera dalam Kartu Hasil Ujian (KHS) setelah semester 3 bulan setelah mid semester atau lebih ksering kita sebut final tes.

Sema FE-UGL mengucapkan selamat mengerjakan ujian mid semester bagi mahasiswa/mahasiswi Universias Gunung Leuser, semoga bisa menjadi bahan evaluasi serta introspeksi diri untuk menjadi lebih baik di ujian semester atau final tes.

By. Nurma yudhi a

Kamis, 10 November 2011

Sema FE. Universitas Gunung Leuser Mengucapkan Selamat Hari Pahlawan

Selamat hari Pahlawan, 10 Nopember 2011 Setelah Brigjen Malabby tewas diserang militant Surabaya, Mayor Jendral Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum bahwa semua pimpinan dan semua orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakan senjatanya dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan diatas. Batas ultimatum adalah jam 06.00 pagi Nopember 1945. Ultimatum ditolak karena dianggap penghinaan. 10 Nopember pagi Inggris mengerahkan 30.000 infanteri. Pesawat terbang, tank dan kapal perang menyerang Surabaya. Dan masyarakat melawan…… Ribuan orang tewas……. Hari itu kita kenang sebagai hari pahlawan. (Nurma Yuudhi Alamsyach)

Kamis, 03 November 2011

Sema FE. Universitas Gunung Leuser

Sema FE. Universitas Gunung Leuser diresmikan pada hari Rabu 19 Oktober 2011